Sirkumsisi (khitan atau sunat) merupakan prosedur
bedah minor yang sudah dikerjakan sejak berabad-abad lalu. Di Indonesia,
sirkumsisi dilakukan oleh sebagian besar penduduk untuk tujuan keagamaan.
Secara medis, sirkumsisi adalah suatu tindakan
pembedahan membuang prepusium penis. Dalam pelaksanaannya sampai saat ini,
sirkumsisi selain dilakukan oleh dokter dan tenaga kesehatan lainnya, juga dilakukan
oleh tenaga awam terampil. Namun, buku initidak ditujukan untuk tenaga awam terampil.
Sirkumsisi pada anak merupakan tindakan
yang membutuhkan pendekatan berbeda dengan menempatkan anak sebagai subjek
“unik??? yang juga harus diberi pemenuhan hak menjalani prosedur medis tanpa nyeri.
Praktik sunat pada anak yang dianggap lazim sepert ipada kegiatan khitanan massal,
seringkali berlawanan dengan pemenuhan hak pasien anak untuk mendapatkan prosedur
yang bebas nyeri. Dapat dibayangkan bagaimana seorang anak kecil harus dihadapkan
dengan “beberapa orang dewasa??? yang menahannya dari sikap berontak karena rasa
takut dannyeri.
Buku ini memiliki bahasan unggul terkait kepentingan
prosedur pembedahan tanpa nyeri pada anak.
Pembahasan di dalamnya meliputi informasi tentang paradigma baru untuk melakukan
prosedur sirkumsisi pada anak tanpa nyeri dari segi teknik bedah dan anestesi,
serta aspek lainnya seperti biopsikososial anak.
Teknik-teknik sirkumsisi dibahas secara lengkap dan menyeluruh, disertai dengan ilustrasi yang mudah dipahami agar pembaca dapat mengikuti prinsip dasar operasi sirkumsisi tanpa nyeri pada anak. Diharapkan buku ini dapat menjadi panduan pelaksanaan sirkumsisi pada anak dengan mengedepankan hak anak untuk mendapatkan prosedur bedah yang bebas nyeri atau mengalami nyeri seminimal mungkin.
Daftar Isi
| Berat | 0,3 Kg |
| Ukuran Buku | 15,5 x 24,0 Cm |
| ISBN | 979-044-556-7 |
| ISBN E-BOOK | |
| Tahun Terbit | Apr-15 |
| Jumlah Halaman | x + 88 hlm (±1,0 Cm) |