Launching iMuseum FKUI

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sudah dikenal sebagai bagian sejarah pendidikan kedokteran di Indonesia yang sudah dimulai dari sejak zaman penjajahan Belanda dengan nama STOVIA (School tot Opleiding voor Indische Artsen). Dengan sejarah yang panjang sebagai pelopor pendidikan kedokteran di Indonesia, serta didukung dengan banyaknya koleksi spesimen kedokteran dan benda-benda peninggalan artefak berharga maka pada tahun 2006 direncanakan pembangunan Museum Pendidikan Kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Pada tanggal 14 September 2017 lalu telah dilakukan peresmian Indonesia Museum of Health Medicine (iMuseum) yang diresmikan oleh Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani. Beliau berkata "Indonesian of Health and Medicine (iMuseum) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) adalah ikon baru dan pertama bagi pendidikan kedokteran di Indonesia. Mudah-mudahan menjadi museum rujukan nasional tempat pembelajaran dan pendidikan di bidang kesehatan dan ilmu kedokteran."

Di dalam iMuseum, selain terdapat penjelasan sejarah pendidikan kedokteran di Indonesia terdapat lebih dari 5.000 koleksi baik berupa spesimen kedokteran maupun benda-benda peninggalan (artefak) berupa alat bantu pendidikan kedokteran, video, dan media directory. Selain itu, iMuseum memiliki 3D human visualization table yang merupakan sebuah alat pembelajaran anatomi terkini yang baru hadir pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara dan dapat dilihat secara langsung di iMuseum IMERI FKUI.

EGC Penerbit Buku Kedokteran juga ikut mendukung pembangunan iMuseum ini dengan memberikan Atlas Anatomi Manusia PROMETHEUS dan Atlas Anatomi Kajian Fotografik Rohen - Yokochi sebagai panduan dalam melihat dan mempelajari koleksi preparat yang ada di iMuseum IMERI FKUI sehingga mempelajari preparat menjadi lebih mudah dan menyenangkan. (D.B. Pratama)