Statin dan Efek Samping. Perlukah Telaah Ulang?



Salah satu topik yang dibahas di Journal of American Medical Association pada awal Mei ini adalah terkait dengan peningkatan kasus gangguan pada punggung akibat penggunaan obat-obat golongan Statin. Berdasarkan artikel yang ditulis oleh Una Makris E dkk ini, terjadi peningkatan kasus gangguan pada punggung seperti spondilosis, gangguan piringan invertebral, dan lain sebagainya pada pengguna Statin dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan terapi statin. Hasil ini diperoleh dari penelitian yang dilakukan terhadap anggota militer AS. Meskipun hasil ini dilakukan pada populasi khusus yang tentunya memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dengan kelompok populasi lainnya, tetapi hasil ini menjadi satu dari sekian banyak temuan penelitian yang menunjukkan imbas negatif dari penggunaan Statin.

Statin adalah salah satu jenis obat terapi dislipidemia yang paling sering digunakan. Selain karena harganya yang relatif terjangkau dibandingkan dengan jenis terapi dislipidemia lainnya, juga karena kemampuannya untuk mengoreksi beberapa jenis lemak darah sekaligus. Obat ini bekerja dengan menghambat enzim HmgCo-A reduktase yang penting untuk sintesis kolesterol di hati. Meskipun sejumlah penelitian menunjukkan masalah efek samping dalam penggunaan Statin, tetapi para dokter masih sangat menekankan pentingnya penggunaan Statin karena secara statistik mampu mengurangi prevalensi terjadinya aterosklerosis. Beberapa tahun lalu, ketika banyak penelitian yang mempertanyakan keamanan statin yang kemudian menyebabkan banyak orang menghentikan terapi statinnya, dilaporkan bahwa tindakan ini menyebabkan peningkatan kasus serangan jantung yang signifikan. Salah satunya yang dilaporkan oleh The Mirror dan WebMD.

Kontroversi terkait penggunaan statin tampaknya masih akan menjadi topik hangat di masa mendatang mengingat obat ini merupakan golongan “Live Saving Drug”. Laporan efek samping dan pertanyaan terkait efikasi dan keamanan golongan Statin yang dipublikasi secara meluas dan dapat diakses oleh siapapun melalui teknologi Informasi yang ada saat ini, menjadi tantangan sendiri bagi para dokter dalam penanganan pasien yang menjadi lebih kritis terhadap obat dan pengobatannya. [Nurhajati Husen & Barrarah Bariid]

Sumber:

 https://www.medpagetoday.com/cardiology/atherosclerosis/64945

http://circ.ahajournals.org/content/circulationaha/114/25/2788.full.pdf