Tinjau Ulang manfaat "ASI" bagi kecerdasan kognitif anak usia Dini


 

Bahwa ASI sangat bermanfaat bagi ibu dan anak, adalah fakta yang tidak perlu didebatkan lagi. Akan tetapi, pengaruhnya terhadap kecerdasan anak masih menjadi perdebatan. Misalnya saja, terkait manfaat DHA yang terkandung dalam ASI bagi kecerdasan anak. Pada penelitian yang menggunakan hewan uji, insufisiensi DHA menyebabkan menurunnya kemampuan mengingat jangka panjang dan pemberian suplemen DHA, memperbaiki insufisiensi daya ingat ini. Jika kondisinya demikian, maka seharusnya dengan asupan ASI optimal, kemampuan bahasa anak-anak yang mendapatkan ASI akan jauh lebih baik dibanding mereka yang tidak mendapatkan ASI secara optimal/ tidak sama sekali. Tetapi kenyataannya tidak demikian. Anak-anak yang tidak mendapatkan ASI atau tidak mendapatkan ASI secara optimal, tidak lantas memiliki kemampuan bahasa yang lebih rendah dibandingkan balita yang mendapatkan ASI. Tampaknya ada faktor lain yang mempengaruhi kemampuan bahasa ini.

Meskipun begitu, ada satu hal yang bisa dipastikan dari manfaat ASI bagi anak usia dini (3-5 tahun), yaitu manfaat terhadap perilaku dan kemampuannya interaksi sosial anak serta kemampuan dalam menyelesaikan masalah. Untuk kemampuan-kemampuan tersebut, lama waktu menyusu memegang peranan penting. Anak-anak yang mendapatkasn ASI setidaknya 6 bulan, lebih mampu berkonsentrasi pada satu hal dan lebih mampu menyelesaikan masalah dibandingkan mereka yang menerima ASI lebih singkat atau bahkan tidak sama sekali. Hal ini mendukung rekomendasi WHO agar setiap anak mendapatkan ASI minimal 6 bulan. [Nurhajati Husen & Barrarah Bariid]

Sumber:

http://pediatrics.aappublications.org/content/139/4/e20161848