Dikonfirmasi! Tanaman yang banyak ditemukan di Indonesia ini adalah obat kanker potensial!



Setelah menghadapi berbagai masalah inefektivitas dan efek samping yang luas pada pengobatan kanker yang menggunakan obat-obat kimia sintetis, para ahli mulai mengalihkan penelitian terapi kanker menggunakan bahan alam atau dikenal dengan istilah Natural Health Products (NHP’s). Salah satu yang menunjukkan efek menggembirakan sejauh ini adalah tanaman Long Pepper atau di Indonesia biasa disebut cabe jawa. Rempah yang dapat dengan mudah diperoleh di pasar-pasar tradisional ini memiliki kemampuan yang tidak dimiliki obat kimia yang saat ini digunakan, yaitu selektifitas terhadap sel kanker.

Ketidak mampuan sitostatika yang umum digunakan dalam menarget serangan hanya pada sel kanker menyebabkan efek serius seperti mual, muntah, kerontokan rambut, diare parah, dan menurunnya daya tahan tubuh secara signifikan. Cabe jawa sendiri sudah sejak dahulu digunakan sebagai obat baik dalam pengobatan tradisional Cina maupun Ayurveda di India. Di Indonesia pun, rempah ini juga sudah lama digunakan sebagai bahan obat untuk mengobati berbagai macam penyakit. Aktivitas tanaman ini sebagai kanker sebenarnya juga bukan hal baru. Namun, sebagaimana bahan aktif lainnya, selalu perlu bukti klinis untuk mendukung pemanfaatan dan optimalisasi pemanfaatannya.

Cabe jawa mengatasi kanker dengan cara menghambat proliferasi sel kanker. Tanaman ini dapat menghambat enzim yang berperan dalam proliferasi sel kanker, itulah mengapa sel non-kanker tidak ikut terkena dampaknya. Sel kanker yang mendapatkan terapi ekstrak cabe jawa akan mengalami apoptosis (bunuh diri sel). Yang menarik, ketika para peneliti dari The Windsor Essex County Cancer Center Foundation berniat mengidentifikasi senyawa spesifik yang bertanggung jawab terhadap khasiat cabe jawa ini. Mereka justru mendapati bahwa khasiat ini tidak saja dihasilkan oleh satu-dua jenis senyawa aktif. Terdapat sejumlah senyawa aktif yang secara sinergis melawan sel kanker. Jika senyawa ini dipisahkan, efeknya tidak sesuper dalam bentuk ekstrak cabe jawa. [Nurhajati Husen & Barrarah Bariid]


Sumber:

1.   http://windsorcancerfoundation.org/wp-content/uploads/2014/12/2013-Siyaram-Pandey.pdf

2.   http://www.medicaldaily.com/ayurveda-spicy-indian-pepper-ancient-medicine-may-hold-key-new-cancer-fighting-407823