Obat untuk MENYEMBUHKAN HIV sudah ditemukan?



Sejak diidentifikasi hingga kini, antiviral untuk HIV baru sebatas menekan jumlah virus saja. Belum ada terapi efektif untuk mengeradikasi total virus HIV dari dalam tubuh manusia. Para peneliti tak patah arah dan kenal lelah mencari, merumuskan, dan memformulasikan terapi /pendekatan terapi HIV. Sampai akhirnya tahun 2016 ini, secercah harapan pun muncul. Peneliti dari Temple University berhasil menggunakan teknik edit gen CRISPR/Cas9 untuk mengeliminasi virus HIV dari sel-sel manusia. Sel-sel yang sudah diedit ini, kemudian tidak dapat diinfeksi ulang oleh virus HIV.   

Selain pengobatan, vaksin untuk melindungi dari infeksi juga merupakan perkembangan menggembirakan yang patut diapresiasi. Mulai Juli lalu, uji klinis untuk vaksin HIV sudah dimulai di Afrika Selatan, yaitu negara dengan angka kasus HIV paling tinggi. Studi klinis yang disebut HVTN 702 ini akan dilakukan selama 3 tahun ke depan dan melibatkan 5400 orang yang akan mengikuti uji klinis ini. Vaksin terbaru ini merupakan pengembangan dari vaksin sebelumnya yang diujikan pada tahun 2009 lalu, namun hanya efektif pada 31 % kasus saja. 

Perkembangan juga terjadi pada antiretroviral (ARV). Peneliti dari Medical Research Council (MRC) Laboratory of Molecular Biology, Cambridge and University College London menemukan fitur esensial dari virus HIV yang berperan dalam menginfeksi sel-sel pejamunya  dan menghindari deteksi sistem imun. Temuan ini memungkinkan peneliti untuk mengembangkan ARV yang dapat menjaga jumlah virus tetap rendah dan menjaga sistem imun tetap kuat (AVERT). [Nurhajati Husen & Barrarah Bariid]