Yakin paham istilah yang sering dipakai dalam literatur diabetes ini?




Buka soal latihan, review atau apa pun yang membahas diabetes, maka istilah ini akan sering sekali ditemukan. Istilah yang dimaksud adalah HbA1C, atau Hemoglobin A1c, yaitu salah satu komponen laboratorium yang sering dicantumkan dalam data pasien diabetes. Tetapi, apa sebenarnya HbA1c ini?

HbA1c adalah istilah untuk glycacated haemoglobin yang menunjukkan konsentrasi glukosa rata-rata dalam plasma. HbA1c terbentuk ketika protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh ini mengikat glukosa dalam darah. Berdasarkan data kadar HbA1c, dokter bisa mengetahui gambaran menyeluruh kadar gula darah rata-rata dalam satu periode tertentu (mingguan/bulanan). Semakin tinggi kadar HbA1c c, semakin besar risiko terjadinya komplikasi terkait diabetes. Hasil dari UKPDS; menunjukkan bahwa perbaikan HbAc menurunkan risiko komplikasi mikrovaskular hingga 2%. Penurunan 1 % HbA1c menurunkan risiko katarak hingga 19%, gagal jantung 16%, dan amputasi hingga 43 %.

Saat tubuh memproses gula, glukosa akan masuk ke dalam darah dan langsung berikatan dengan hemoglobin. Jumlah glukosa yang berikatan dengan hemoglobin ini proporsional dengan jumlah total gula dalam sistem pada suatu rentang waktu. Karena usia sel-sel darah merah dalam tubuh manusia adalah 8-12 minggu sebelum akhirnya diperbarui, maka HbA1c dapat digunakan sebagai refleksi kadar glukosa rata-rata pada durasi waktu tersebut. Jika kadar gula darah tinggi dalam beberapa minggu, maka HbA1c juga akan tinggi.

HbA1c juga menjadi salah satu parameter dalam mengukur keberhasilan terapi diabetes. Angka targetnya adalah 48 mmol/ml (6,5 %). Ini merupakan target umum, tetapi pada pelaksanannya, target disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu yang di tentukan oleh tim dokter. HbA1c individual harus disesuaikan dengan kemampuan untuk mencapai target berdasarkan kehidupan keseharian risiko hipoglikemia.

HbA1c juga dapat digunakan sebagai dasar penegakkan diagnosis Diabetes. HbA1c dibawah 42 mmol/mol atau di bawah 6 %. Seseorang dikatakan mnegalami kondisi prediabetes jika kadar  HbA1cnya berada pada kisaran 42- 47 mmol/mol atau 6 %-6,4%, dan untuk diabetes adalah jika kadar HbA1c diatas 48 mmol/mol atau diatas 6,5%.

 

Lalu, apa yang membedakan HbA1c dengan kadar glukosa darah yang umum diukur? HbA1c menyajikan tren kadar gula darah pada rentang waktu lebih panjang. Sementara kadar gula darah adalah konsentrasi gula darah sewaktu dilakukan pemeriksaan. Pengukurannya terutama untuk mengetahui kadar gula darah dalam keadaan puasa. Sederhananya kadar gula darah puasa dilakukan untuk mengetahui kadar gula darah sewaktu, sedangkan HbA1c adalah gambaran kadar gula darah dalam 2 sampai 3 bulan terakhir  [Nurhajati Husen & Barrarah Bariid]