Sisi Lain Senyawa Arsenik!



Racun arsenik menjadi populer di Indonesia sejak kasus kematian Munir. Aktivis HAM ini dibunuh di pesawat menggunakan senyawa arsenik yang dimasukkan ke dalam minumannya. Saat ini kasus tersebut masih diperjuangkan oleh aktivis HAM dan terutama istri almarhum yang meyakini bahwa orang yang dihukum saat ini bukanlah pembunuh sebenarnya. Setidaknya ada dalang lain yang merupakan orang besar negeri ini yang berada di belakang terhukum Polycarpus. Terlepas dari kasus ini, arsen memang memiliki kisah panjang sebagai cara mematikan orang baik sengaja maupun tidak. Kasus yang tidak sengaja misalnya gempa bumi yang menyebabkan kontaminasi arsen pada air yang kemudian dikonsumsi oleh orang-orang. Kasus ini pernah terjadi di Bangladesh, Chili, Cina, Taiwan, dan Thailand.

Akan tetapi selain digunakan sebagai racun, senyawa arsenik ternyata digunakan pula sebagai bahan aktif farmakologik untuk mengobati penyakit. Hippocrates menggunakan senyawa arsenik untuk mengobati ulkus dan abses. Dioscorides menggunakannya sebagai krim perontok bulu. Senyawa arsenik juga digunakan dalam pengobatan tradisional Cina. Negeri tirai bambu ini memiliki konsep melawan racun dengan racun dan menggunakan Arsenik untuk tujuan ini. Pengobatan Ayurveda dari India juga menggunakan Arsen sebagai salah satu bahan yang terkandung dalam elixir mineral yang dikenal sebagai “esens dari 5 planet” yang dipercaya dapat memperpanjang usia. Pada abad ke -16, Paracelsus dari Universitas Padua Italia menggunakannya untuk menyembuhkan luka, bisul, antraks, dan luka lain yang serupa. Selain itu, Arsenik juga pernah tercatat digunakan untuk mengobati infeksi sifilis dan  tripanosomiasis.

Hingga kini pun senyawa Arsenik masih digunakan di klinik  untuk pengobatan Leukemia. Pada tahun 1878, para ahli dari Boston City Hospital menemukan bahwa larutan Fowler (mengandung senyaw Arsenik) dapat menurunkan jumlah sel darah putih pada 2/3 pasien yang dirawat. Khasiat ini bahkan lebih signifikan lagi pada penderita chronic myelogenous leukemia (CML). Saat ini, bentuk senyawa yang digunakan adalah Arsenik Trioksida (ATO). FDA pada tahun 2000 lalu telah menyetujui penggunaan ATO untuk terapi -acute promyelocytic leukemia (APL). Selanjutnya pada tahun 2001, University of Arkansas Medical Sciences mendemokan manfaat ATO ini pada multiple myeloma tahap akhir.  [Nurhajati Husen & Barrarah Bariid]