Anatomi Baker: Karena Anatomi Adalah!

EGC ADVERTORIAL



 

 

"Lebih baik sakit gigi daripada sakit hati"

Potongan lagu Meggy Z ini jika didalami lebih lanjut, menggambarkan bahwa sakit gigi itu satu level di bawah sakit hati. Siapa pun setuju bahwa sakit hati adalah derita terbesar dalam peradaban manusia! Benar? Dan sakit gigi satu level di bawahnya untuk alasan pengaruh psikologis yang lebih toleran.

Dokter gigi adalah dokter spesialis yang dimulai dari strata 1, yang berkecimpung dengan kesehatan dan estetika gigi dan mulut. Bagian penting dalam interaksi sosial manusia. Pintu gerbang nutrisi bagi kehidupan manusia. Bagian dari tubuh manusia yang jika mengalami masalah akan menyebabkan picuan nyeri yang tidak saja nociceptive tetapi juga neuropathic sekaligus. Jenis nyeri yang bahkan membutuhkan penenang semacam diazepam.

Dalam Anatomi, kepala dan leher adalah struktur anatomi yang paling kompleks, meskipun secara luas wilayah, bagian ini bahkan tidak mencapai sepertiga dari luas tubuh secara keseluruhan. Sebagai sendi dasar dalam ilmu medis, buku anatomi harus dapat menyajikan struktur kompleks ini dengan terang benderang baik dari segi gambar maupun keterangan, serta didukung dengan keterangan klinis yang memadai.

Sebagai suatu bidang spesialisasi, maka layak bagi kedokteran gigi memiliki bukunya sendiri yang didesain sesuai dengan kebutuhan pembelajaran dan penguasaan ilmu yang spesifik dan unik. Oleh sebab itu, EGC menghadirkan versi Bahasa Indonesia dari Buku “Anatomi untuk Kedokteran Gigi: Kepala dan Leher”. Buku yang dieditori oleh pakar Anatomi Kedokteran Gigi dari NYU, Eric W. Baker ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan khusus mahasiswa kedokteran gigi di tanah air. Buku yang telah mendapatkan penghargaan “Benjamin Franklin Award” ini memenuhi kualitas-kualitas yang dibutuhkan untuk mendukung pembelajaran Anatomi di kedokteran gigi. Ukuran gambar, potongan warna, keterangan gambar, penyusunan detail dan halaman yang menjadi keunggulan dari buku ini, semuanya disesuaikan dengan metode pembelajaran yang dapat dicerna. Semoga satu lagi persembahan EGC ini memberikan kontribusi terbaik bagi pembelajaran kedokteran gigi di Indonesia. [Nurhajati Husen & Barrarah Bariid]